Minggu, 18 Januari 2015

2) Hakikat dan Fungsi Ilmu Sosial Dasar di Perguruan Tinggi

“Manusia pada hakikatnya adalah makhluk sosial, selalu membutuhkan orang lain”. Kita sering mendengar kutipan tersebut, mungkin terdengar sederhana namun kutipan tersebut memang benar adanya. Dari kutipan tersebut juga dapat kita simpulkan bahwa manusia berarti harus memahami apa arti dari “sosial” dan belajar bagaimana “berkomunikasi”. Kata “sosial” sendiri merupakan segala perilaku manusia yang menggambarkan perilaku nonindividualis dan merujuk pada hubungan-hubungan manusia dalam kemasyarakatan, hubungan antar manusia, hubungan manusia dengan kelompok, serta hubungan manusia dengan organisasi untuk mengembangkan dirinya (http://www.anneahira.com/pengertian-sosial.htm). Sedangkan kata ”komunikasi” adalah suatu proses dimana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain (http://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi).
Manusia memang memiliki naluri untuk hidup berkelompok dalam arti tidak dapat hidup sendiri. Namun naluri tersebut tidak dapat berkembang jika manusia tersebut tidak belajar ataupun diajari bagaimana caranya berosialisasi dan berkomunikasi dengan orang lain. Jika di jenjang SD dan Sekolah Menengah diajarkan Ilmu Pengetahuan Sosial dimana hal itu merupakan proses pembentukan pengetahuan sosial, ada pula bidang ilmu yang menjadi mata kuliah tunggal yang diajarkan di jenjang Perguruan Tinggi yaitu Ilmu Sosial Dasar (ISD).  Menurut sumber yang saya peroleh ISD dan IPS terdapat perbedaan meskipun keduanya mempelajari semua hal yang berhubugan dengan kata “sosial”, yaitu:
  1. Ilmu sosial dasar diberikan di Perguruaan Tinggi, Ilmu Pengetahuan Sosial diberikan di sekolah dasar dan sekolah lanjutan.
  2. Ilmu sosial dasar merupakan mata kuliah tunggal sedangkan ilmu pengetahuan sosial dasar merupakan kelompok dari sejumlah mata pelajaran (untuk sekolah lanjutan).
  3. Ilmu Sosial dasar diarahkan kepada pembentukan sikap dan kepribadian, sedang ilmu pengetahuan social diarahkan kepada pembentukan pengetahuan dan keterampilan intelektual. (http://zavinaz.blogspot.com/2012/12/ilmu-sosial-dasar_6.html)
Dalam artikel ini kita akan membahas tentang Ilmu Sosial Dasar, dari perbedaan diatas dapat kita simpulkan bahwa IPS menjadi dasar pengetahuan dalam penanaman dan pembentukan nilai-nilai sosial sejak dini sedangkan Ilmu Sosial Dasar menjadi wadah pengetahuan bagi mahasiswa untuk bagaimana mengembangkan kemampuan berkomunikasinya dan mampu menyadari, memahami dan peka terhadap masalah-masalah sosial yang ada di masyarakat juga tanggap untuk ikut serta dalam usaha-usaha menanggulanginya, terlebih mampu mempelajarinya secara kritis karena menyadari bahwa masalah sosial yang timbul dalam masyarakat selalu bersifat kompleks. Hal yang tersebut tadi merupakan tujuan adanya Ilmu Sosial Dasar.
Ilmu Sosial Dasar merupakan pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial, khususnya yang diwujudkan oleh masyarakat Indonesia dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta, konsep, teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu social seperti : sejarah,ekonomi, geografi, sosial, sosiologi, antropologi, psikologi sosial (http://zavinaz.blogspot.com/2012/12/ilmu-sosial-dasar_6.html).
Dari pengertian dan penjelasan diatas, mungkin muncul dalam benak kita, mengapa Ilmu Sosial Dasar sangat diperlukan bahkan menjadi mata kuliah dasar yang diajarkan kepada mahasiswa? menurut Conny R. Semiawan (1998:33) pendidikan tinggi antara lain berfungsi untuk mempersiapkan peserta didik menjadi manusia yang memiliki perilaku, nilai dan norma sesuai sistem yang berlaku sehingga mewujudkan totalitas manusia yang utuh dan mandiri sesuai tata cara hidup bangsa (http://tugasakhiramik.blogspot.com/2013/07/pengertian-tugas-dan-fungsi-perguruan.html). Dari pernyataan yang saya kutip tersebut erat kaitannya dengan kehidupan sosial dalam hal ini mahasiswa di dalam maupun di luar lingkungannya yakni bagaimana ia dapat berkomunikasi dan bersosialisasi dengan orang lain. Ini tentunya tidak terjadi begitu saja meskipun beberapa orang memang memiliki bakat dalam berkomunikasi serta bergaul dengan orang lain. Disinilah peranan Ilmu Sosial Dasar yang mengajarkan bagaimana seseorang dalam hal ini seorang mahasiswa yang memang dipersiapkan untuk mampu bersaing di dunia kerja.
Contoh paling sederhana pentingnya memiliki kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi melalui belajar Ilmu Sosial Dasar dalam Perguruan Tinggi bisa kita lihat dalam pergaulan sehari-hari dari ruang lingkup yang paling kecil yakni kelas. Tentunya di dalam kelas itu kita tidak belajar sendiri, pasti ada teman-teman. Tidak selamanya kita menyendiri di dalam kelas, kita butuh bergaul dengan teman-teman kita. Bergaul tidak hanya menuntut teman yang harus memahami diri kita tapi juga menuntut kita memahami teman. Dengan saling memahami dan menghargai sesama di dalam kelas, maka mewujudkan suasana kelas yang nyaman dan kompak serta menjadi seperti satu keluarga yang utuh dapat diwujudkan.
Contoh lain yang lebih luas yaitu di dalam lingkup jurusan dalam hal ini mahasiswa jurusan Teknik Arsitektur. Secara umum kita tahu bersama bahwa arsitek adalah seorang ahli rancang bangunan. Arsitek tidak hanya memikirkan bagaimana sebuah bangunan atau bahkan lingkup yang lebih luas lagi yakni kota bisa menjadi tempat yang bagus, aman dan nyaman untuk orang lain tapi juga seorang arsitek, apalagi sebagai suatu profesi harus belajar dan mampu bagaimana cara ia “menjual” ide kreatifnya tersebut agar tentunya hal itu dapat pula menyejahterakan hidupnya. Disini pulalah perlunya belajar Ilmu Sosial Dasar untuk menjadi bekal kemampuan berkomunikasi demi mengadapi tantangan dan pergaulan di lingkungan kerja maupun masyarakat. Dengan Ilmu Sosial Dasar pula mahasiswa bisa belajar tentang lingkungan yang dalam tanda kutip kebudayaan yang ada di kampus dan mampu menyesuaikan dan memposisikan dirinya dalam lingkungan kampus. Dengan Ilmu Sosial Dasar, mahasiswa (secara khusus calon arsitek) diajarkan bagaimana mengembangkan kemampuan sosialnya, mengkaji gejala-gejala sosial juga kebudayaan sehingga mampu menghadapi lingkungan sosial budaya agar dapat meningkatkan kepekaan sosial pada lingkungannya. Hal ini sesuai dengan fungsi Ilmu Sosial Dasar, yaitu memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala-gejala social kebudayaan agar daya tanggap, persepsi, dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan social budaya dapat ditingkatkan sehingga kepekaan mahasiswa pada lingkungannya menjadi lebih besar. (http://fujaresturespati.wordpress.com/2012/12/24/ilmu-sosial-dasar/)
Sebenarnya, siapapun orangnya dan apapun profesi dan latar belakangya, kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi sangat dibutuhkan oleh setiap orang agar sesuai dengan hakikatnya sebagai makhluk sosial dan yang terpenting mampu beradaptasi dengan lingkungannya serta mampu menghadapi tantangan dalam hidupnya.
Referensi : https://mayasagisena.wordpress.com/2013/09/28/hakikat-dan-fungsi-ilmu-sosial-dasar-di-perguruan-tinggi/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar