Sabtu, 10 Mei 2014

basis data spasial

Basis data spasial adalah database yang dioptimalkan untuk menyimpan dan permintaan data yang terkait dengan objek dalam ruang, termasuk poin, dan baris polygon. Sementara khas database dapat memahami numerik dan karakter berbagai jenis data, fungsi tambahan perlu ditambahkan ke database untuk memproses data spasial jenis. Ini biasanya disebut geometri atau fitur.(wikipedia)
Beberapa fitur dasar yang dimiliki oleh basis data spasial adalah
1.Jarak : yaitu untuk menentukan jarak antar objek seperti poin, area poligon dll
2.Predikat : untuk mendeskripsikan suatu objek. Misalnya ada atau tidaknya suatu objek pada suatu lokasi.
3.Observer function : query yang akan mengembalikan informasi khusus mengenai fitur.
4.Constructor Functions :Untuk menetapkan jumlah vektor(tempat node) yang dapat membentuk garis.
Ada beberapa metode untuk menyimpan data spasial yaitu menggunakan spasial 2D (muncul pada tahun 1998) atau menggunakan yang 3D(mulai diriset tahun 1998, dipublikasikan tahun 2000). Dari masing-masing cara tersebut didalamnya masih terdapat banyak lagi tipe-tipe yang bisa kita gunakan untuk menyimpan data spasial yang kita miliki. Misalnya dengan menggunakan R-Tree, Quadtree, kD-tree, FDS, TEN dan masih banyak yang lainnya. Namun pada dasarnya yang tersimpan dalam database tersebut adalah suatu bentuk identifikasi kita kepada suatu objek. Dalam identifikasi ini kita minimal memiliki :
1.Attribut(A), yaitu karakteristik suatu objek, bisa berupa berat, bahan yang digunakan dll
2.Relation(R), interaksi antara suatu objek dengan objek lain.
3.Behaviour(B), fungsi dinamis suatu objek
4.Scenario(S), kedinamisan objek berdasarkan waktu absolut.
Mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan kemunculan Google Earth. Itu adalah salah satu bentuk penggunaan database spatial. Kita mampu untuk mencari suatu objek dalam suatu tataran letak di suatu tempat. Dengan menggunakan teknologi ini juga sebuah pemerintahan bisa menggunakannya untuk keperluan mereka. Seperti untuk melakukan perancangan tata kota yang baik. Perancangan tata kota menggunakan database spasial pada dasarnya akan lebih efektif dilakukan daripada menggunakan foto udara. Hal ini karena foto udara menggunakan biaya yang mahal. Dan belum tentu up to date. Berbeda jika kita menggunakan database spatial, kita bisa mengupdate kapanpun ketika terjadi perubahan. Contohnya ketika suatu perusahaan akan membangun kantor atau pabrik kita bisa meminta data objek yang akan mereka bangun. Kemudian dilakukan analisis terhadap dampak yang terjadi pada lingkungan sekitar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar